HARI SANTRI

IKRAR SANTRI INDONESIA

susunan upacara HARI SANTRI, RESOLUSI JIHAD DAN IKRAR SANTRI NASIONAL

Kami Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, berikrar:

  1. Sebagai santri Negara kesatuan Republik Indonesia berpegang teguh pada aqidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah VVal Jama’ah.
  2. Sebagai santri Negara Kesatuan Republik indonesia bertanah air satu tanah air indonesia, berideologi Negara satu, ideologi Pancasila, berkonstitusi satu Undang-undang Dasar Republik Indonesia, Berkebudayaan satu, Kebudayaan Bhineka Tunggal Ika.
  3. Sebagai santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, selaiu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudkan perdamaian abadi.
  4. Sebagai santri Negara Kesatuan Republik Indonesia, ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia yang berkeadilan sosia?.
  5.  Sebagai santri Negara Kesatuan Republik Indonesia pantang menyerah, pantang putus asa serta akan berdiri di depan melawan semua pihak yang akan merongrong Pancasila. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. NKRI dan Bhineka Tunggai Ika dengan deologi dan konstitusi dasar lainnya yang bertentangan dengan semangat Proklamasi kemerdekaan RI serta Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama.

TATA UPACARA HARI SANTRI NASIONAL

PADA HARI KAMIS, TANGGAL 22 OKTOBER 2015

  1. Masing-masing pemimpin barisan menyiapkan barisannya
  2. Pemimpin upacara Memasuki lapangan Upacara
  3. Penghormatan kepada pemimpin upacara,dipimpin oleh pemimpin barisan

   Yang paling kanan.

  1. Laporan pemimpin barisan kepada pemimpin upacara bahwa siap untuk

   mengikuti upacara

  1. Pembacaan ayat-ayat suci AlQur’an dilanjutkan dengan shalawat nabi
  2. Pembina upacara tiba di tempat upacara
  3. 7. Penghormatan peserta upacara kepada Pembina upacara
  4. 8. Laporan pemimpin upacara kepada Pembina upacara
  5. Menyanyikan lagu Indonesia raya di ikuti oleh seluruh peserta upacara

   Dilanjutkan dengan Menyanyikan lagu ya Ahlal Wathon para hadirin    

   diharap berdiri

  1. 10. Mengheningkan cipta dipimpin Pembina upacara
  2. 1 Pembacaan teks pancasila oleh Pembina upacara, diikuti oleh peserta    

     upacara

  1. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945
  2. pembacaan ikrar santri Dilanjutkan dengan pembacaan resolusi jihad
  3. Amanat Pembina upacara
  4. Pembacaan doa

16.Laporan pemimpin upacara kepada Pembina upacara bahwa upacara

   selesai

17.Penghormatan kepada Pembina upacara, dipimpin oleh pemimpin upacara

18.Pembina upacara dan para undangan meninggalkan lapangan upacara

19.Penghormatan peserta upacara kepada pemimpin upacara

20.Pemimpin upacara meninggalkan tempat upacara

21.Upacara selesai, semua pemimpin barisan membubarkan barisannya

   masing-masing

 

Resoeloesi Djihad fi-Sabilillah

Bismillahrirrochmanir Rochim
Resoeloesi :
Rapat besar wakil-wakil daerah (Consoel2) Perhimpoenan Nahdlatoel Oelama seloeroeh Djawa-Madoera pada tanggal 21-22 October 1945 di Soerabaja.
Mendengar :
bahwa di tiap-tiap Daerah di seloeroeh Djawa-Madoera ternjata betapa besarnja hasrat Oemmat Islam dan ‘Alim Oelama di tempatnja masing-masing oentoek mempertahankan dan menegakkan AGAMA, KEDAOELATAN NEGARA REPOEBLIK INDONESIA MERDEKA.
Menimbang :
a. bahwa oentoek mempertahankan dan menegakkan Negara Repoeblik Indonesia menurut hoekoem Agama Islam, termasoek sebagai satoe kewadjiban bagi tiap2 orang Islam.
b. bahwa di Indonesia ini warga negaranja adalah sebagian besar terdiri dari Oemmat Islam.
Mengingat :
a. bahwa oleh fihak Belanda (NICA) dan Djepang jang datang dan berada disini telah banjak sekali didjalankan kedjahatan dan kekedjaman jang menganggoe ketentraman oemoem.
b. bahwa semoea jang dilakoekan oleh mereka itu dengan maksoed melanggar kedaoelatan Negara Repoeblik Indonesia dan Agama, dan ingin kembali mendjadjah disini maka beberapa tempat telah terdjadi pertempoeran jang mengorbankan beberapa banjak djiwa manoesia.
c. bahwa pertempoeran2 itu sebagian besar telah dilakoekan oleh Oemmat Islam jang merasa wadjib menoeroet hoekoem Agamanja oentoek mempertahankan Kemerdekaan Negara dan Agamanja.
d. bahwa didalam menghadapai sekalian kedjadian2 itoe perloe mendapat perintah dan toentoenan jang njata dari Pemerintah Repoeblik Indonesia jang sesoeai dengan kedjadian terseboet.
Memoetoeskan :
1. memohon dengan sangat kepada Pemerintah Repoeblik Indonesia soepaja menentoekan soeatoe sikap dan tindakan jang njata serta sepadan terhadap oesaha2 jang akan membahajakan Kemerdekaan dan Agama dan Negara Indonesia teroetama terhadap fihak Belanda dan khaki tangannja.
2. Seoapaja memerintahkan melandjoetkan perdjoeangan bersifat “sabilillah” oentoek tegaknja Negara Repoeblik Indonesia Merdeka dan Agama Islam.
Soerabaja, 22 October 1945
HB NAHDLATOEL OELAMA